Bos Nigeria harus meninggalkan Gernot Rohr untuk melakukan pekerjaannya

Pelatih Nigeria, Gernot Rohr, berumur 65 tahun di hari Kamis, dua hari sesudah team Super Eagles alami eliminasi style usus dari Piala Dunia di tangan beberapa orang kekal Argentina. Benar-benar hadiah ulang tahun yang prima untuk Jerman bila timnya sukses bikin Argentina bertahan beberapa menit lagi untuk tutup tempat di set 16 besar Piala Dunia. Demikian sebaliknya, mereka dilewatkan kehilangan kesempatan yang hilang serta mengepak tas mereka untuk pulang, serta Rohr dilewatkan merenungkan hari yang suram, karena beberapa pemainnya menyebar ke beragam penjuru Eropa, sesaat beberapa yang lain menanti untuk menaiki pesawat mereka ke Nigeria. Seakan-akan gurauan yang menyesatkan itu kurang jelek, sudah terdapat panggilan di beberapa tempat spesifik Di Nigeria, Rohr mesti dibebaskan dari pekerjaannya.

Komentar di media sudah bergelut pada kegagalan Jerman untuk mengubah taktis serta personil yang dibutuhkan dalam beberapa menit paling akhir untuk mengeram menetas serta berdasar pada titik yang akan lihat perkembangan Super Eagles. Perbandingan juga sudah dikerjakan dengan Piala Dunia paling akhir di Brasil, dimana almarhum Stephen Keshi, seseorang pelatih yang tumbuh didalam rumah, membawa Nigeria ke set 16 lewat cara kurang support serta persiapan dari Rohr dengan tim sekarang ini. Semuanya perbincangan pemecatan ini betul-betul luput dari tujuan karena tidak berhasil lihat deskripsi besar, serta menjadi gantinya, kembali pada reaksi spontan yang sama yang ikuti tiap-tiap kekecewaan Piala Dunia.

Lihat Juga :  Manchester United Tolak Ide Tukar Paul Pogba dengan Neymar

Kenapa ini bahkan juga mesti berubah menjadi titik perbincangan untuk Nigeria, serta mungkin saja, kegagalan Afrika yang selalu berlanjut untuk bangun apapun diluar pijakan yang lemah di panggung sepakbola paling besar dunia. Tidaklah ada bagian Afrika yang sampai 16 besar di Rusia. Pada tahun 1994, sesudah Clemens Westerhof habiskan lima tahun awal kalinya untuk bangun jumlahnya Generasi Emas Nigeria, ia frustrasi untuk selekasnya pergi sesudah negara itu keluar dari kompetisi itu. Pada awal kwalifikasi untuk Piala Dunia pada tahun 1998 serta akhir kompetisi, Nigeria mempunyai tiga pelatih. Bora Milutinovic, yang pada akhirnya memimpin team ke Prancis, hampir tidak menanti bola paling akhir ditendang sebelum saat meneruskan perjalanannya. Pada tahun 2002, Shuaibu Amodu merundingkan rute kwalifikasi yang berliku-liku, namun dikasih boot sebelum saat Adegboyega Onigbinde diserahkan kendali untuk kompetisi yang pas, serta dia ambil pisau bedah ke tim.

Di akhir kompetisi, dia juga memberikan jalan. Untuk kompetisi 2010, Amodu lagi sukses memandu Elang Super lewat lingkaran kwalifikasi, serta pergi sejauh bikin ke Piala Dunia menarik sebelum saat dia juga diperlihatkan pintu dengan bulan untuk pergi ke kompetisi. Swede Lars Largerback memimpin team ke Afrika Selatan di tempatnya, serta kembali pada Swedia ketika peluit akhir dilangsungkan. Siklus mempekerjakan, memecat, mengulang serta reboot tiap-tiap empat tahun tidak dekat rusaknya yang tidak bisa diperbaiki baik pada jiwa pemain, serta kesehatan timnas yang baik. Pemain mesti beradaptasi dengan bos baru hampir tiap-tiap tahun, pelajari strategi baru, bekerja dibawah rejimen yang berlainan. Terkadang, personel di lapangan merubah jika pelatih baru mengimplementasikan memecah irama yang terdapat, hingga susah untuk pemain untuk bangun kimia yang abadi. Dan terdapat kata yang banyak didaur lagi setiap saat seseorang pelatih baru ambil kendali : ” bangun kembali “.

Lihat Juga :  Van Dijk Punya Materi untuk Jadi Bek Legendaris Liverpool

Onigbinde, Christian Chukwu, Amodu, Samson Siasia, Keshi, Sunday Oliseh serta yang lebih baru Rohr. Semenjak tahun 2002, Nigeria sudah terjerat pada saat yang terlihat seperti warp ‘pembangunan kembali’. Tetapi, grup pemain inti yang sama membuat inti dari team setiap waktu. Cuma Rohr, selama ini, mempunyai keberanian untuk keluar dari cetakan serta betul-betul bekerja menuju gagasan periode panjang yang pas dengan masih konsentrasi pada pemain muda. Dia sudah dengan cara berarti turunkan rata-rata umur tim, temukan, meningkatkan serta berdarah seseorang remaja berpotensi di Francis Uzoho, yang dapat selesai dengan cetak gol untuk mungkin saja 15 tahun ke depan, serta mengenalkan style permainan yang nampaknya berubah menjadi langkah terunggul untuk memakai personel yang dimilikinya.

Dengan begitu, ia penuhi prasyarat untuk Piala Dunia tidak terkalahkan dalam hadapi oposisi yang kuat dari pemain juara Afrika waktu lantas serta saat ini. Timnya mungkin saja terlihat lesu melawan Kroasia, namun pertunjukan set ke-2 ramah di penimbunan ke Piala Dunia, serta laga melawan Islandia serta Argentina, tunjukkan jika terdapat tulang punggung, arah serta cara untuk kegilaan. Dengan beberapa penambahan serta pengurangan ke tim, team ini dapat diposisikan dengan baik menjadi Generasi Emas ke-2 sepakbola Nigeria. Berusaha untuk melemparkan semuanya ke laut untuk reboot bisa menjadi tidak logis. Selama ini, langkah terunggul untuk rayakan ulang tahun Rohr merupakan meninggalkannya sendirian untuk meneruskan pekerjaan yang sudah dikerjakannya selama ini. Ini bisa menjadi hadiah terunggul yang dapat dikasihkan oleh Sepak Bola Nigeria, Rohr, belum juga pemain serta pengagum Super Eagles.

Lihat Juga :  Juventus Menatap Scudetto

Baca Juga Artikel Terkait :

 

Leave a Reply

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme
%d bloggers like this: