Zlatan pensiun dan keluar dari Euro 2016 tetapi dia tidak benar-benar pensiun, ia tetap bermain untuk MU

Zlatan Ibrahimovic pensiun dari sepakbola internasional sesudah keluarnya Euro dari Euro 2016 tetapi, seperti yang kita semua paham, dia tidak pergi. Dia selalu bermain untuk Manchester United serta LA Galaxy serta cukuplah menguasai dalam penimbunan ke Piala Dunia ini dapat.

Kehendak-dia-tidak-akan pergi ke pertanyaan Piala Dunia merupakan feature di media Swedia selama musim semi ini, kerap didorong oleh komentar dari pria tersebut. Janne Andersson, pelatih Swedia, melindungi keheningan yang bermartabat di semua brouhaha namun cukuplah jelas jika dia tidak tertarik untuk mengingat bekas kapten.

Ibrahimovic merupakan pemain mengagumkan yang membawa timnas di pundaknya sepanjang lebih dari satu dekade. Tanpanya, mereka bahkan juga tidak penuhi prasyarat untuk Kejuaraan Eropa di Prancis dua tahun kemarin.Sesudah Ibra (serta pelatih Erik Hamren) pergi, Swedia mesti beralih. Mereka tidak dapat lagi memercayakan pemain kelas dunia, jadi mereka berpindah ke hanya satu hal yang dapat membawa keberhasilan : kolektif.

Andersson, yang sudah ambil IFK Norrköping yang tidak cocok dengan titel Swedia pada tahun 2015, ditunjuk menjadi pengganti Hamren pada tahun selanjutnya serta sudah mempunyai gagasan yang pasti : bangun dari belakang serta menuntut supaya beberapa pemainnya berusaha keras untuk keduanya.

Waktu Andersson mendapat pekerjaan Swedia, salah satu bekas pemainnya, Emil Salomonsson, merangkumnya dengan menyampaikan : “Dia betul-betul pria yang baik serta pelatih yang sangatlah baik. Dia mempunyai filosofi serta pemikiran yang baik mengenai bagaimanakah membuat kebersamaan serta bagaimanakah bangun team. Serta dia sudah sukses. Dia memenangi titel dengan Norrköping, yang ada di level paling tinggi di Swedia, serta dia sampai keberhasilan itu dengan bangun suatu team. ”

Lihat Juga :  Hasil Pertandingan Portugal vs Italia: Skor 1-0

Dengan Swedia, dia mesti bangun team juga – serta tak tahu bagaimanakah dia sudah membawa mereka ke set 16 besar Piala Dunia, dimana mereka hadapi Swiss di hari Selasa. Tak ada bintang (tidak hanya mungkin saja Emil Forsberg dari RB Leipzig) lagi. Dua pemain depan merupakan Marcus Berg, yang bermain untuk Al Ain di Uni Emirat Arab serta Ola Toivonen, yang tidak bermain untuk Toulouse. Gelandang kunci sudah Sebastian Larsson, yang terdegradasi dengan Sunderland pada 2017 serta habiskan musim kemarin dengan Hull City di Championship (walau ia diskors untuk laga melawan Swiss).

Mutu beberapa pemain semestinya tidak, diatas kertas, cukup sudah untuk menaklukkan Belanda di group kwalifikasi mereka, atau Italia di set play-off, namun itu sukses.Di Rusia mereka sudah menangani halangan juga. Gelandang Jimmy Durmaz dilecehkan dengan cara on-line sesudah memberi sepakan bebas terlambat melawan Jerman namun itu cuma bikin ikatan pemain makin kuat. Ini semuanya mengenai group saat ini, bukanlah individu.

Sesudah laga melawan Meksiko, yang Swedia menang 3-0 untuk mengatur laga paling akhir 16 melawan Swiss, Andersson menyampaikan : “Saya hampir terasa ingin menangis. Sial, kami mengerjakannya dengan baik.“Sungguh mengagumkan kok. Apakah Anda lihat berapakah banyak anak lelaki lari? Saya bangga, saya suka, saya senang serta sedikit emosional. Kami mempunyai gameplan serta mereka tidak menyelimpang darinya satu milimeter. Suka sekali lihat, mereka bekerja sangatlah keras bersamanya. ”

Lihat Juga :  Ada Sir Alex Ferguson di Balik Transfer Harry Maguire ke Manchester United

Andersson merupakan ciri-ciri yang menarik, eksteriornya yang tenang pancarkan temperamen geram. Dia geram oleh bagaimanakah beberapa staf Jerman berperilaku sesudah kekalahan 2-1, lari ke bangku Swedia untuk bertepuk di muka mereka, serta percikannya sudah menyebar ke beberapa pemain.

Dia sudah pergi pada lawan serta wasit. Foto-foto dianya di garis bawah sudah dibikin berubah menjadi meme di Swedia, muka Anderson merah karena geram, mata terbuka lebar.

” Mari kita berikut saja, ” tuturnya di akhir minggu. “Saya tidak geram karena kesenangan itu. Saya fikir setiap saat saya geram, hal tersebut dibetulkan. Namun saya mesti mengaku jika saya tidak selamanya terasa bangga waktu saya lihat photo diri saya tampak seperti monster.“Tapi seperti yang saya jelaskan awal kalinya, semakin lebih jelek bila saya berdiri disana serta tampak mati. Itu cuma langkah saya. “

Baca Juga Artikel Terkait :

 

Leave a Reply

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme
%d bloggers like this: